Jumat, 05 Oktober 2018

GUA GONG PACITAN

GUA GONG 



Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo, sekitar 140 km arah selatan kota Solo atau 30 km arah Barat Daya Kota Pacitan.
Dinamakan Goa Gong karena didalamnya terdapat sebuah batu yang jika dipukul akan menimbulkan bunyi seperti Gong yang ditabuh. Perjalanan menuju goa ini relatif mudah, dengan jalanan setapak yang sudah diperbaiki dengan baik.
Sepanjang jalan menuju Goa Gong akan melewati daerah perbukitan yang dengan goa-goa di dalamnya. Goa-goa di Pacitan ini pada umumnya terbentuk dari jenis batuan Karst, batu yang tampak hitam dan sangat keras. Pada awal mulanya Goa Gong diketemukan oleh dua orang penduduk lokal yang tanpa sengaja sedang ingin mencari sumber air.
Jangan membayangkan keadaan goa yang gelap dan menakutkan, karena saat masuk ke mulut goa yang sejauh 300 M, pengunjung akan menikmati goa Gong ini dengan nyaman.
Tidak benar-benar terang, tapi goa Gong di fasilitasi dengan cahaya lampu yang temaram di sepanjang jalan masuknya. Hal ini yang menjadikan goa Gong lain dari goa-goa yang lain di Pacitan.


Gua Gong awalnya ditemukan oleh 2 warga desa yang sedang mencari mata air di tahun 1924. Di dalamnya, kamu bisa menikmati kecantikan stalaktit dan stalakmit berwarna putih gading yang bercahaya kalau terkena sinar lampu. Selain itu, lampu-lampu sorot berwarna-warni juga menambah kesan artistik dari gua ini. Karena tempatnya yang memang sangat tertutup, temperatur di dalam gua juga lumayan panas dan lembab. Walaupun sudah disediakan kipas angin di dalam, tapi tetap saja udaranya yang pengap lumayan bikin gerah. Makanya jangan lupa untuk memakai pakaian yang sesuai dan tidak terlalu tebal kalau kamu datang ke sini ya, Aladiners.
Gua Gong berjarak sekitar 37 kilometer dari Kota Pacitan. Dan untuk menuju ke sana memang butuh sedikit butuh pengorbanan. Kamu harus mendaki anak tangga hingga ke mulut gua. Jangan lupa bawa persediaan air mineral, ya. Siapa tahu kamu tiba-tiba lelah dan haus di tengah jalan. Meski lumayan sulit, tapi keindahan gua ini bakal bikin kamu lupa sama yang namanya capek, deh. Awalnya memang sedikit suram dan gelap, tapi setelah masuk lebih dalam... wahhh cakep banget, Aladiners! Jalan setapak juga sudah dibuat untuk memudahkan pengunjung menyusuri gua cantik sejauh 300 meter ini.




Pemandangan lain yang akan travelers temui di Goa Gong adalah rekahan endapan kalsium, shawl drappery atau stalaktit yang masih meneteskan air, hingga danau kecil yang terbentuk dari tetesan air di ujung-ujung goa. Sejumlah lampu warna-warni yang sengaja di tempatkan di dalam goa semakin menambah keindahan goa. Namun dengan banyaknya tetesan air yang ada di dalam goa, travelers perlu untuk berhati-hati karena lantainya yang licin. Untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan Goa Gong pun travelers tak perlu membayar mahal, hanya Rp 5.000/orang. Sejumlah penjaja kuliner dan cindera mata siap menyongsong anda seusai menjelajah goa. Sehingga gak perlu pusing lagi mau cari makan ataupun oleh-oleh dimana. Kalau butuh penginapan, searching aja di 100malam yang kasi travelers banyak hotel di Pacitan dengan harga murah. Dari Pacitan mau lanjut ke Jogja ataupun Solo juga gak masalah, karena 1001malam punya semua daftar hotel murah se-Nusantara yang bisa kamu booking secara online.

1 komentar: